Mengapa Kita Tidak Bisa Fokus? Cara Jadi Lebih Fokus di 2025

 

Tahun baru, tantangan baru, dan resolusi baru. Namun, sebelum terlalu jauh membuat rencana ini dan itu, “jadilah lebih fokus.” Ngerasa nggak, makin ke sini kita makin susah untuk fokus? Iya apa iya? Padahal kita udah berupaya semampu kita untuk tetap fokus? Katanya sih karena setiap hari kita dikelilingi oleh gangguan — dari ponsel, media sosial, hingga tuntutan pekerjaan yang tak ada habisnya. Dan pada akhirnya, kita merasa seperti ikan yang berenang mencari arus, berpindah dari satu tugas ke tugas lain tanpa pernah benar-benar menyelesaikannya.

Menurut saya, sebenarnya kita nggak mengalami kesulitan untuk fokus, tapi kita mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan. Ketika gangguan di sekitar kita dihilangkan, sebagian besar dari kita sebenarnya bisa berkonsentrasi. Pernah nggak dapat deadline penting dan nggak bisa ditunda lagi? Akhirnya gimana? Karena deadline memaksa kita untuk membuat keputusan dan bertindak, selesai juga kan? Sebelumnya, kita mungkin menunda-nunda, tapi ketika situasi jadi mendesak, kita akhirnya terpaksa mengambil langkah.

Sebaliknya, kita sering merasa bahwa multitasking adalah cara terbaik untuk jadi produktif. Tapi dalam praktiknya, ini justru menghambat. Multitasking membuat otak kita berpindah dengan cepat dari satu tugas ke tugas lain, yang sebenarnya mengurangi efisiensi. Penelitian menunjukkan bahwa otak manusia itu nggak dirancang untuk memproses banyak hal secara bersamaan tanpa mengorbankan kualitas atau fokus.

Jadi, apakah kita benar-benar nggak bisa fokus, atau apakah kita hanya belum menemukan cara yang tepat untuk melatihnya? Tahun 2025 mungkin bisa jadi langkah awal untuk kita menyadari hal itu, mencoba mengatasi gangguan dan mulai melatih diri untuk jadi lebih fokus. Tulisan ini akan sedikit menjelaskan kenapa kita kesulitan fokus dan bagaimana kita bisa memperbaikinya dengan langkah-langkah yang praktis.

Mengapa kita kesulitan untuk fokus?

1. Gangguan digital

Sebagian di antara kita pasti pernah merasa kalau dunia kita semakin bising. Ponsel yang berdering, notifikasi media sosial yang selalu muncul, hingga email yang terus masuk — semua itu terasa seperti magnet yang menarik perhatian kita dari apa yang sedang kita kerjakan. Bahkan ketika kita mencoba untuk sekadar membaca buku atau berbicara dengan seseorang, kita seringkali merasa terdistraksi oleh gangguan-gangguan kecil ini.

Gangguan digital, terutama yang datang dari media sosial, adalah salah satu faktor terbesar yang menghalangi kita untuk fokus. Saat kita berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya, scrolling dari konten satu ke konten lainnya, atau melompat dari satu percakapan ke percakapan lain, kita kehilangan waktu berharga dan menguras energi mental yang pada akhirnya mengganggu fokus kita. Harvard Business Review mengungkapkan bahwa multitasking — meskipun tampaknya lebih efisien — sebenarnya memperlambat kita karena otak kita harus melakukan peralihan berulang kali dari satu tugas ke tugas lainnya. Setiap kali kita beralih, otak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut, yang dikenal sebagai biaya peralihan Harvard Business Review.

Sederhananya, coba bayangkan ketika kita sedang mengerjakan sebuah tugas, kemudian ponsel kita berbunyi. Kita akan berhenti sejenak untuk memeriksa ponsel, dan begitu kembali ke tugas yang sedang kita kerjakan, kita akan berhenti sejenak dan perlu mengingat kembali sampai mana dan apa yang sedang kita kerjakan. Inilah yang terjadi setiap kali kita terhenti oleh gangguan — otak kita harus memulai dari awal lagi, dan itu memakan waktu lebih lama daripada yang kita pikirkan. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh International Journal of Information Management, ditemukan bahwa rata-rata orang memeriksa email setiap lima menit, dan butuh lebih dari satu menit untuk kembali ke tugas utama setelahnya. Ini berarti kita sering kehilangan waktu berharga hanya untuk memeriksa email yang sebenarnya bisa kita tangani nanti.

2. Kecemasan dan stres

Hambatan terbesar lainnya bagi kita untuk fokus adalah kondisi mental kita. Ketika kita merasa cemas atau stres, otak kita menjadi kurang efisien dalam memproses sebuah informasi. Alih-alih bisa fokus pada satu hal, kita malah terjebak dalam lingkaran kekhawatiran yang mengalihkan perhatian kita dari apa yang seharusnya kita pikirkan dan kerjakan.

Kecemasan memengaruhi daya ingat dan kemampuan berpikir secara kritis. Ketika kita merasa tertekan, kita cenderung mengalihkan perhatian kita pada kekhawatiran atau perasaan yang tidak menyenangkan daripada pada tugas yang ada di depan mata. Ini tidak hanya mengurangi produktivitas, namun juga membuat kita merasa lebih lelah secara mental. Psychology Today mencatat bahwa kecemasan dapat memengaruhi kemampuan kita untuk berkonsentrasi dan bahkan mengurangi kualitas kerja kita secara keseluruhan.

Mungkin beberapa di antara kita juga pernah merasakannya — ketika kita punya banyak hal yang harus dikerjakan, kita malah nggak bisa memulai, perasaan cemas kita ternyata lebih dominan dan membuat kita stres. Padahal stres yang berlebihan akan memperburuk situasi kita, dan ini bisa menjadi penghalang besar bagi kemampuan kita untuk fokus.

3. Prokrastinasi

Selain multitasking, kebiasaan buruk seperti prokrastinasi atau menunda-nunda pekerjaan juga berperan besar dalam mengurangi kemampuan kita untuk fokus. Ketika kita menunda sebuah pekerjaan, kita sebenarnya sedang memulai sebuah siklus perasaan cemas dan bersalah yang pada akhirnya akan memperburuk kondisi mental kita. Karena prokrastinasi sering kali berakhir dengan tugas yang terbengkalai dan kita akan merasa tidak produktif setelah itu.

Resolusi untuk jadi lebih fokus di 2025

Setelah memahami beberapa alasan mengapa kita kesulitan fokus, saatnya kita bicara tentang resolusi 2025. Tahun ini, kita punya kesempatan untuk merubah kebiasaan buruk yang menghalangi kita untuk jadi lebih fokus dan produktif. Ada banyak cara untuk meningkatkan fokus, dan berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita ambil untuk mewujudkannya.

1. Tentukan tujuan yang jelas dan spesifik

Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan fokus adalah dengan menetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Ketika tujuan kita tidak jelas, fokus kita pun akan kabur. Sebaliknya, dengan menetapkan tujuan yang spesifik dan terukur, kita memberi otak kita arah yang jelas. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menggunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).

Misalnya, alih-alih mengatakan, “Saya ingin lebih fokus tahun ini,” kita bisa menetapkan tujuan seperti, “Saya akan menyelesaikan laporan dalam waktu 3 jam tanpa gangguan.” Dengan menetapkan tujuan yang lebih terfokus, kita memberi diri kita sendiri batasan yang jelas, yang akan mempermudah kita untuk tetap fokus pada tugas yang sedang kita kerjakan.

2. Gunakan teknik manajemen waktu yang efektif

Waktu adalah sumber daya yang terbatas. Untuk menjadi lebih fokus, kita perlu mengelola waktu kita dengan cara yang lebih baik. Salah satu teknik yang sangat berguna adalah teknik Pomodoro. Cari informasi lebih lanjut terkait teknik ini di Google atau YouTube. Intinya pada teknik ini, kita bekerja selama 25 menit penuh tanpa gangguan, kemudian istirahat selama 5 menit. Setelah beberapa siklus, kita dapat mengambil istirahat yang lebih lama.

Saya pernah membuat konten belajar bersama saya di YouTube menggunakan teknik ini. Silahkan dilihat.

Pomodoro

Ini adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk menghindari kelelahan mental dan menjaga konsentrasi tetap tajam. Dengan membagi waktu menjadi interval kecil, kita bisa fokus sepenuhnya tanpa merasa kewalahan oleh tugas yang harus diselesaikan. Cobalah, rasakan perbedaannya.

Selain itu, time blocking juga bisa sangat membantu. Dalam teknik ini, kita mengalokasikan waktu tertentu dalam sehari untuk tugas-tugas tertentu. Sebagai contoh, kita bisa memblokir waktu antara pukul 09:00–11:00 untuk menulis laporan, dan waktu antara pukul 13:00–15:00 untuk meeting atau pekerjaan lainnya. Lewat cara ini, kita bisa lebih mudah menjaga fokus pada satu hal pada satu waktu.

3. Mengurangi gangguan di lingkungan sekitar

Salah satu kunci utama untuk meningkatkan fokus adalah menciptakan lingkungan yang bebas dari gangguan. Jika kita bekerja di rumah, kita perlu menciptakan ruangan khusus untuk bekerja — jauh dari gangguan seperti TV atau tempat tidur. Mengatur ruang kerja dengan baik akan membantu kita menjaga konsentrasi.

Selain itu, menggunakan aplikasi pemblokir situs seperti Freedom atau mendengarkan Brain.fm dapat membantu kita menghindari godaan media sosial atau situs yang tidak produktif saat kita sedang bekerja. Ini adalah langkah sederhana yang bisa membuat perbedaan signifikan pada produktivitas kita dalam bekerja.

4. Menerapkan kebiasaan sehat

Kebiasaan sehat seperti tidur yang cukup, olahraga, dan pola makan yang baik sangat memengaruhi kemampuan kita untuk fokus. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memperburuk kemampuan kita untuk berkonsentrasi dan memperlambat proses berpikir kita. Jadi, pastikan kita mendapatkan tidur yang cukup, sekitar 7–9 jam per malam, agar otak tetap segar dan siap untuk bekerja.

Jika kita mulai merasa mental kita cukup lelah, segera hentikan aktivitas apapun, dan minumlah segelas air putih hangat. Coba kelola stres kita dengan cara yang lebih sehat, belajarlah meditasi, latihan pernapasan, atau sekadar keluar dan mencari udara segar, cobalah berjalan-jalan sebentar untuk menenangkan pikiran.

Olahraga juga berperan penting dalam meningkatkan fokus. Ketika kita berolahraga, tubuh kita mengalirkan lebih banyak oksigen ke otak, dan hal ini akan membantu meningkatkan konsentrasi dan memori jangka panjang. Jadi, jangan malas meluangkan waktu setiap hari untuk bergerak.

5. Mengatasi prokrastinasi

Prokrastinasi adalah kebiasaan buruk yang dapat menghalangi kita untuk fokus pada tugas penting. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi prokrastinasi adalah dengan membuat daftar prioritas untuk memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil yang dapat dikelola dengan lebih efektif. Cara ini akan membuat kita merasa lebih termotivasi untuk memulai karena tugas terasa lebih mudah untuk dikelola.

Selain itu, kita juga bisa menggunakan strategi “2 Daftar” dari Warren Buffett untuk membantu kita memprioritaskan sebuah tugas. Buffett pernah meminta pilot pribadinya, Mike Flint untuk menuliskan 25 tujuan besar dalam karir hidupnya, setelah itu Flint diminta memilih 5 tujuan utama untuk dikerjakan. Akhirnya Flint membuat 2 daftar, daftar pertama adalah 5 tujuan utamanya, dan daftar kedua adalah 20 tujuan lainnya. Buffet menyuruhnya agar menyimpan dan menyelesaikan daftar pertamanya saja dan melupakan daftar kedua. Dari cerita ini kita bisa belajar bahwa kita perlu benar-benar fokus dan menyelesaikan hal-hal yang paling penting dan mengabaikan hal yang tidak begitu penting. Ini adalah metode yang sangat efektif untuk menghilangkan kebingungan dan memperjelas apa yang perlu kita capai dalam hidup.

Fokus adalah keterampilan yang bisa dilatih

Fokus bukanlah sesuatu yang datang begitu saja; ini adalah sebuah keterampilan yang bisa kita latih dan asah. Seperti halnya otot, semakin sering kita melatihnya, semakin kuat juga fokus kita. Tahun 2025 adalah kesempatan baru untuk kita belajar menjadi lebih fokus dalam hidup. Mulai dari sekarang, dan buatlah tahun ini sebagai tahun di mana kita berhasil mengatasi gangguan dan mencapai tujuan kita. Ingatlah! Setiap keputusan dan langkah kecil yang kita ambil hari ini, akan memengaruhi apa yang terjadi di masa depan.

Saya harap kawan-kawan mendapatkan manfaat dari artikel ini. Ilmu pengetahuan itu bisa diperoleh dari manapun, namun yang terpenting ialah menyelaraskan ilmu pengetahuan yang kita peroleh dengan sebuah tindakan.



Baca juga :

#BelajarBerkaryaBerbagi 



1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.